Recent Press

Dengarkan Masalah Pertanian Langsung dari Petani, Audy Joinaldy Janjikan Modernisasi Pertanian di Sumbar

Dengarkan Masalah Pertanian Langsung dari Petani, Audy Joinaldy Janjikan Modernisasi Pertanian di Sumbar

Padang, Padangkita.com – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatra Barat (Sumbar), Audy Joinaldy terus menjemput aspirasi masyarakat hingga ke pelosok nagari. Kali ini, Audy yang berpasangan dengan Mahyeldi Ansharullah berdiskusi dengan sejumlah petani di Kabupaten Solok.

“Tulang punggung Sumbar ini adalah pertanian. Maka dari itu (program) harus difokuskan pada pertanian. Baik tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, dan peternakan,” tutur Audy yang putra asli Solok ini.

Audy berkomitmen mewujudkan cita-cita menjadikan Sumbar sebagai lumbung beras nasional, khususnya Kabupaten Solok yang merupakan sentra beras.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumbar yang dihimpun dari sumbar.bps.go.id, produktivitas padi di Sumbar mengalami penurunan. Pada tahun 2017 produktivitas padi 52,47 (kuintal/hektare). Sedangkan, pada tahun 2019 turun menjadi 47,58 (kuintal/hektare).

Di atas gubuk kayu, Audy berdiskusi bersama sejumlah petani di kawasan Perbukitan Mungguang Jaro Batu, Jorong Pakan Jumat, Nagari Jawi-jawi, Kabupaten Solok, Kamis, 5 November 2020. Walau dingin menusuk hingga ke tulang, perbincangan akrab yang diwarnai canda tawa antara calon pemimpin dan petani mampu menghangatkan.

Salah satu topik perbincangan, soal kelangkaan pupuk bersubsidi untuk para petani dan harga pupuk di prasarana yang begitu mahal. Modal yang petani keluarkan sering kali tak kembali karena hasil panen yang tidak menjanjikan.

“Berhubung nagari kita daerah pertanian, kendala yang kami hadapi nomor satu masalah pupuk. Mudah-mudahan Allah SWT memberkahi bapak menjadi pemimpin. Tolong kami permudah untuk mendapatkan pupuk dan juga dengan harga yang murah,” harap Darmeni, salah seorang petani.

Menurut Audy, persoalan pertanian di nusantara ini sebenarnya tak jauh-jauh dari cerita Darmeni. Oleh sebab itu, kedepan, kata Audy, bersama Kementerian Pertanian (Kementan) akan meningkatkan bantuan sektor pertanian di Sumbar seperti bantuan benih dan pupuk.

“Permasalahan yang hampir sama di setiap titik Sumatra barat. Permasalahan yang sama di seluruh tempat Indonesia. Ibu Darmeni merupakan orang ke 400, yang berbicara kepada saya,” ungkap Audy.

Selain masalah pupuk, Musri B dari Kelompok Tani Hulu, mengeluhkan fasilitas alat bertani yang kurang memadai. Sehingga lahan pertanian masih banyak yang dikerjakan secara manual atau tradisional. Hal senada juga dikeluhkan oleh Jamilus, anggota Kelompok Tani Mungguang Jaro Batu.

Menjawab masalah tersebut, Audy akan mempersiapkan pertanian digital, Revolusi Industri 4.0 di Sumbar.

“Pertanian digital mengandalkan sensor, robot, peta digital kondisi air secara real time, peta kondisi hara tanah serta hama untuk aplikasi air pupuk, dan pestisida hijau. Pertanian digital juga akan mengoptimalkan pemanfaatan energi air laut dan matahari untuk menghasilkan pangan,” jelas Audy.

Menurut Audy, melalui pertanian digital dapat mempermudah kerja para petani, menjadi manajemen mengurangi risiko bidang pertanian. Selain itu, dapat mengoptimalkan potensi keuntungan yang bisa diraih para petani.

“Maka dari itu para petani-petani ini harus diberikan pelatihan dan pembinaan dalam mengelola hasil pertanian berbasis digital,” ujar Audy. [*/adv]

Sumber: https://padangkita.com/dengarkan-masalah-pertanian-langsung-dari-petani-audy-joinaldy-janjikan-modernisasi-pertanian-di-sumbar/